Jumat, 15 April 2011

Puisi Terakhir

Di Malam yang dingin..
Aku tersadar..
Apa yang kualami..
Sebuah kehilangan yang sangat berarti bagiku..
Yang terus menusuk seiring berjalannya waktu..


Aku membuka mata..
Dan kulihat langit tak secerah dulu..
Saat kita masih berpegangan tangan..
Dan saling tersenyum di terik matahari..


Dingin..
Dingin kurasakan saat ini..
Berbeda saat kita saling tertawa dan memecah kesunyian..
Hal yang membuatku ingin pergi lagi..
Ke sana..
Ke waktu kita masih bahagia dulu..


Sebuah harapan , pengorbanan , dan penantian..
Tak lebih dari itu yang kupunya..
Entah bodoh atau apa..
Tetesan air mata ini terus mengalir..
Melewati pipiku dan terjatuh..
Membuatku semakin hanyut dalam kepedihan..
Saat ku tahu kau sudah tak disini..


Semua yang berlalu tak bisa kulupakan..
Kenangan yang membuatku ada hingga sekarang..
Dan yang akan terus menuntunku ke masa tuaku..


Jika memang harus usai , biarkanlah ini jadi puisi terakhir dariku..
Dan biarlah rasa ini kupendam dalam dalam hingga terasa sakit di sini..
Di hati kecil ini..

0 komentar:

Posting Komentar